Kisah Nabi Harun AS (Bag. 3)

Kisah perjuangan Nabi Harun memang selalu nersama Nabi Musa,
Sebab mereka berdua diutus berdakwah di negeri yang sama,

Ketika Nabi Musa dipanggil oleh Alloh,
Agar datang ke bukit Sina untuk menerima kalam Alloh ,
Maka Nabi Harun yang menggantikan Nabi Musa memimpin ummat,

Dituturkan dalam Surat Al A’roof 142 :

وَوٰعَدْنَا مُوْسٰى ثَلٰثِيْنَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيْقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً
وَقَالَ مُوْسٰى لِأَخِيْهِ هٰرُوْنَ اخْلُفْنِيْ فِي قَوْمِيْ وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيْلَ الْمُفْسِدِيْنَ

Dan telah Kami janjikan kepada Musa,
(Memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam,
Dan Kami sempurnakan jumlah itu dengan sepuluh (malam lagi),
Maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya,
(Empat puluh malam).
Dan berkata Musa kepada saudaranya Yaitu Harun :
“Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah,
Dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang berbuat kerusakan”.

Maka dengan segala kebijakan dan ketabahannya,
Nabi Harun menggantikan N abi Musa memimpin ummat,

Syahdan,………..
Ada seorang yang menggunakan kesempatan kepergian Nabi Musa,
Ia melangsungkan niatnya untuk menyesatkan ummat,
Orang tersebut bernama Musa Samiri,
Seorang penduduk Bani Israil dari suku As Samiriyah.

Ia melakukan kegiatan yang amat menyesatkan,
Menyuruh orang-orang Bani Israil mengumpulkan emas mereka,
Baik yang berupa perhiasan atau lainnya dimasukkan dalam bejana,
Lalu dibakar sehingga meleleh lalu dimasukkan lubang,
Lubang tersebut merupakan cap berbentuk anak sapi,
Sehingga emas tersebur menjadi arca anak sapi,

Al A’roof 148 menuturkan :

وَاتَّخَذَ قَوْمُ مُوْسٰى مِنْ بَعْدِهِ مِنْ حُلِّيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَهُ خُوَارٌ
اَلَمْ يَرَوْا اَنَّهُ لَا يُكَلِّمُهُم وَلَا يَهدِيْهِمْ سَبِيْلًا ، اِتَّخَذُوْهُ وَكَانُوْ ظَالِمِيْنَ

Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur,
Mereka membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka,
Patung anak lembu yang bertubuh dan bersuara.
Apakah mereka tidak mengetahui,
Bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka,
Dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka ?
Mereka menjadikannya (sebagai sembahan),
Dan mereka adalah orang-orang yang zalim.

Mereka membuat patung anak lembu dari emas.
Para mufassirin berpendapat bahwa patung itu tetap patung,
Tidak bernyawa sedangkan suara yang seperti lembu itu,
Hanya disebabkan angin yang masuk ke dalam rongga patung itu,
Dengan tekhnik yang dikenal oleh Musa Samiri waktu itu,

Dan sebagian mufassirin ada yang menafsirkan bahwa,
Patung yang dibuat dari emas itu kemudian menjadi tubuh,
Menjadi bernyawa dan mempunyai suara lembu.

Surat Thoha ayat 85 menuturkan :

قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ

Allah berfirman :
“Maka Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu,
Sesudah kamu tinggalkan,
Dan mereka telah disesatkan oleh Samiri,
(Samiri ialah seorang Bani Israil dari suku Assamirah).

Musa Samiri ini diberi kemampuan khusus oleh Alloh,
Ia bisa melihat tanah bekas pijakan kuda Malaikat Jibril,

Bersambung …

 

Oleh: Kiai Sabartas

Lainnya